Sejarah Perkembangan Bordir

Sejarah Perkembangan Bordir

Sebelum bordir meluas seperti sekarang, bordir dahulu adalah kerajinan kecil yang kemudian berkembang menjadi sesuatu mendunia. Sebelum adanya bordir mesin ataupun bordir kompuer yang membuat kerajinan ini lebih mudah, manusia hanya dapat menggunakan tangan serta benang dan jarum yang ada. Namun dengan begitupun manusia sudah dari dahulu lihai dan berinovasi dengan kerajinan ini. Manusia sendiri tampaknya sudah sangat melekat dengan kerajinan ini sejak dahulu.

Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian fosil yang menunjukkan bahwa kerajinan bordir dapat ditemukan hingga 3000 SM. Ini ditandai dengan penemuan jahitan baju, sepatu bot serta topi. Di beberapa belahan dunia juga ditemukan beberapa bukti yang menunjukkan perkembangan bordir sejak dahulu. Salah satunya adalah di Siberia pada 5000 hingga 6000 SM dimana ditemukan beberapa cangkang yang dijahit secara dekoratif. Ada juga temuan di Cina pada 3500 SM dimana gambar-gambar menunjukkan bordir dengan benang dan beberapa mutiara secara elegan. Dengan penemuan-penemuan ini serta yang lainnya dipercayalah bahwa kerajinan bordir memilki asal mula dari negara-negara Timur dan Timur Tengah.

Sejak ditemukannya bahwa kulit binatang dapat dijahit bersama dan dijadikan hiasan atau yang lebih dikenal sebagai teknik bordir, kerajinan ini mulai berkembang pesat. Bordir ini pun mulai digunakan dalam berbagai peralatan dan kebutuhan. Mulai dari barang-barang religius hingga barang-barang yang menunjukkan kekayaan, semuanya mulai menggunakan bordir. Bordir-bordir ini kebanyakan dalam bentuk mutiara-mutiara kecil ataupun manik-manik yang tersedia. Perkembangan ini tampak jelas di negara-negara Eropa, Cina, India, Jepang, Persia, dan banyak lagi. Lama kelamaan bordir menjadi simbol bahwa suatu rumah tangga lebih superior daripada yang lain dan dalam strata sosial yang lebih tinggi.

Selain perkembangan dari desain dan kerajinan sendiri, workshop khusus kerajinan ini juga mulai berkembang pesat. Pada masa Inggris yang pada saat itu pada abad pertengahan, mulai muncul pelatihan serta sekelompok penjahit professional. Hasil penjahitan mereka dinamakan Opus Anglicanum atau “English Work” . Namun lama kelamaan sistem penjahitan ini tampak lambat, sehingga pada abad ke 19 bordir mesin mulai dipakai di St. Gallen, Swiss bagian timur.

Kerajinan yang menggunakan teknik penjahitan ini lama-lama mulai berkembang yang awalnya hanya adalah satu teknik saja mulai menjadi beberapa teknik. Ini seperti munculnya teknik tusuk balik, satin, flanel, bullion, jelujur, rumani, feston, batang, bunga, daun, lurus dan banyak lagi teknik terkemuka lainnya. Dengan perkembangan teknik, karya-karya yang dihasilkan juga semakin beragam dan bordir tidak hanya dianggap baju, namun juga sebuah karya seni. Pada saat inilah bordir-bordir yang lumayan kompleks muai bermunculan. Salah satu contoh yang lumayan terkenal adalah Berlin wool-work yang menyajikan karya jahitan dalam sebuah canvas. Mereka sangat populer pada tahun 1870an namun jatuh pamornya pada 1880an ketika era cross-stitch mulai datang. Di dalam era ini canvas yang digunakan berbentuk kotak. Perkembangan jahitan benang kemudian mulai diikuti dengan karya-karya yang mulai mengggunakan manik-manik dalam bordir mereka pada abad ke 18

Pada saat ini, bordir telah berkembang pesat dengan keberagaman yang fantastis. Bordir yang sekarang dapat dilakukan secara digital, mesin maupun manual memperbolehkan desain-desain yang berbeda-beda. Bordir juga sekarang dapat dilakukan kepada berbagai bentuk kain dalam berbagai kebutuhan. Ini seperti jaket,topi, logo, emblem, dan lain-lain. Bordir yang sejarahnya sangat panjang, tidak lagi hanya sebuah sarana untuk mempersatukan kain di baju namun juga menjadi seni yang digeluti banyak orang.