Sejarah tehnologi mesin bordir

sejarah mesin bordir komputer-

Mesin bordir ialah sebuah perangkat yang dapat mengerjakan bordir atau menyulam tanpa memakai tangan, di mana mesin bordir dipakai untuk menciptakan pola di atas kain dengan dekorasi berbahan benang.

Sebelum komputer yang terjangkau, bordir sangat selesai dengan meninju desain pada pita kertas yang lantas berlari melewati mesin bordir. Satu kesalahan dapat merusak semua desain, memaksa sang pencipta untuk mengawali kembali.

Pada tahun 1980, Wilcom mengenalkan komputer grafis sistem desain bordir kesatu guna berjalan di suatu komputer mini. – Wikipedia – Melco, jaringan penyaluran internasional yang disusun oleh Randal Melton dan Bill Childs, membuat kepala bordir sampel kesatu untuk dipakai dengan besar Schiffli perangkat tenun. Ini tenun membentang sejumlah meter mengejar dan diproduksi patch renda dan pola bordir besar. Kepala sampel diizinkan embroiderers guna menghindari manual menjahit sampel desain dan menghemat masa-masa produksi. Selanjutnya, menjadi mesin bordir terkomputerisasi kesatu dijual ke got rumah.

Kondisi ekonomi dari tahun Reagan, diperbanyak dengan insentif pajak guna bisnis rumah, menolong mendorong Melco ke puncak pasar. Pada Show di Amerika Latin tahun 1980, Melco mengenalkan Digitrac, sistem digitalisasi guna mesin bordir. Desain digital terdiri enam kali ukuran produk akhir berbordir. Para Digitrac terdiri dari komputer kecil, ukurannya sama dengan suatu BlackBerry, dipasang pada sumbu X dan Y pada papan putih besar. Ini dipasarkan seharga $ 30.000. Kepala tunggal-jarum sampel asli dipasarkan seharga $ 10.000 dan tergolong 1 “kertas-tape reader dan 2 font. Digitizer menandai poin umum dalam desain untuk membuat isi yang rumit dan satin stitch kombinasi.

Melco dipatenkan keterampilan untuk menjahit lingkaran dengan jahitan satin, serta artikel melengkung yang didapatkan dari keyboard. Seorang operator digital desain memakai teknik yang serupa dengan meninju, mentransfer hasil ke tape 1 “kertas atau lambat ke disket Desain ini kemudian. Akan dijalankan pada mesin bordir yang dijahit terbit pola. Wilcom dinaikkan teknologi ini pada tahun 1982 dengan pengenalan sistem multi-user kesatu, yang memungkinkan lebih dari satu orang guna bekerja pada proses bordir, merampingkan kali produksi.

Brother Industries menginjak industri bordir setelah sejumlah perusahaan bordir terkomputerisasi dikontrak untuk menyerahkan kepala jahit. Kemudian, perusahaan Jepang Tajima disediakan kepala jahit yang dapat menggunakan sejumlah thread. Singer tidak berhasil tetap kompetitif sekitar ini. Melco diakuisisi oleh Saurer pada tahun 1989.

Perusahaan-perusahaan besar mesin bordir kesudahannya diadaptasi sistem komersial dan dijual mereka guna perusahaan laksana Janome untuk dipakai di rumah.

Sejak akhir 1990-an, mesin bordir terkomputerisasi sudah semakin populer sebagai ongkos telah jatuh guna komputer, perlengkapan lunak, dan mesin bordir. Banyak produsen mesin memasarkan garis mereka sendiri pola bordir. Di samping itu, tidak sedikit individu dan perusahaan independen pun menjual desain bordir, dan terdapat desain cuma-cuma yang terdapat di internet.

Sumber: Digital Bordir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *